Kamis, 31 Mei 2012

Suicide

Gimana rasanya waktu sebuah mimpi yang kamu impi - impikan sejak dulu diambil orang lain. Okay.... atau yang lebih tepatnya jatuh keorang lain.
Gimana rasanya waktu kamu dikelilingi oleh orang - orang hebat dan kamu nothing. Gak ada hebatnya sama sekali.
Gimana rasanya waktu kamu sudah berusaha sekuat tenaga untuk mengerjakan suatu hal, tapi enggak pernah berakhir dengan baik. Selalu gagal berantakan. Bahkan akhirnya hanya penghinaan dan caci maki yang kamu dapat.
Udah berapa kali aku bilang hidup itu berat. kalau aja enggak ada neraka mungkin aku lebih miih untuk out of the world detik ini juga. Kalau saja jalan satu - satu nya setelah kematian hanyalah surga, mungkin aku lebih memilih untuk pergi dan dikelilingi oleh malaikat - malaikat ketimbang harus dikelilingi oleh beribu tugas kehidupan yang tak kunjung usai.
Sering aku berfikir, aku itu apa di dunia ini. Seorang publik figur? bukan. Seorang einstain? juga bukan.
Semua orang bilang, setiap manusia punya kelebihan dan kekurangan sendiri - sendiri. Kalau banyak kekuranganku? lalu apa kelebihanku?
Aku bodoh dalam pelajaran. Aku aja masih membutuhkan banyak waktu  untuk menghitung 16+26. Jangan heran kalau aku  sering remed dalam kimia dan fisika. Aku benci sekolah. Semua les privat yang aku jalanin kaya percuma. Otakku berasa nolak semua materi hitungan itu. Aku benci sekolah. Aku benci waktu harus melihat wajah bu eveline seolah meremehkan kemampuan matematikaku saat ulangan. Aku benci waktu harus melihat guru privatku menggaruk - garuk kepalanya seolah menyerah untuk mengajari aku. Aku benci sekolah. Bukan karena harus bangun pagi atau karena punya banyak aturan aneh, tapi aku benci sekolah karena aku benci angka - angka itu.
Balik lagi soal, apa kelebihanku. Apa wajar seorang anak 16 tahun masih bingung mengenai kelebihan dalam dirinya? banyak orang punya suara bagus yang pada akhirnya menjadikan itu adalah kelebihannya. Jangan tanya, suaraku cempreng and i hate to sing. Banyak orang pula yang enggak ahli soal hal non-akademik tapi encer soal pelajaran. Banyak orang juga yang bad soal pelajaran, tapi pintar dalam menggambar. Dan aku? Aku memang salah satu dancer yang mewakili sekolahku di DBL kemaren, tapi kemampuan menariku enggak sempurna atau aku lebih sering bilang kalau aku "a bad dancer". Aku memang suka bermain keyboard, tapi aku belum bisa menciptakan lagu sendiri. Satu - satunya hal yang aku suka adalah fashion. Dunia fashion menarik. Sometime, dengan nge-mix and match itu aku bisa ngelupain beberapa masalah. Banyak orang nanya, "kamu model?" setiap denger pertanyaan itu rasanya geli. Pertanyaan aneh yang berasa muncul dari zaman purbakala. Enggak harus jadi model kan buat suka fashion dan photography? Tapi apa artinya fashion di kehidupan nyata?Sepenting - pentingnya fashion buat aku, tetap saja banyak orang yang meremehkan itu. Sama halnya dengan organisasi yang aku enjoy banget ngejalaninnya, banyak pula orang yang meremehkan itu. Bahkan dibeberapa sekolah pengurus osis itu dipilih berdasarkan rangking, kalau begitu seorang yang "tidak ahli" seperti aku bagaimana? Kadang aku heran kenapa mereka menggunakan "nilai" sebagai patokan akan kecerdasan seseorang.
Hmm... Hidup itu rumit. Banyak sekali mulut kejam yang meremehkan orang - orang kurang. Seperti mereka sempurna saja.
Dan..balik lagi pada pembahasan awal, "Lalu apa kelebihanku?"


LOVE,
Marcha

Tidak ada komentar:

Posting Komentar